KAFEIN VS NIKOTIN





VS





KAFEIN

A.
dampak positif kopi / kafein1. Kafein mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala.

2. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ¿sinyal¿ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.

3. Kafein mencegah gigi berlubang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat, permen rasa buah atau sepotong roti manis

4. Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Selain pada kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola, coklat, minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan.

5. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.

6. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat ¿bahan bakar¿ yang dipakai otot lebih lama.

7. Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).

8. Kopi dapat mening
katkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan konsentrasi.

9. Kafein dapat men
angkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.

10. Kafein juga
melindungi jantung dan kanker.

11. Untuk mengurangi risiko mengidap diabetes mulailah meminum kopi.

12. Parkinson jarang
ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur.

13. Minum kopi membuat sperma ¿berenang¿ lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria.


B. Dampak Negative Kopi /kafein

Berdasarkan fakta secara ilmiah ternyata banyak sekali manfaat dari minum kopi . Namun dibalik dampak positif minum kopi, ternyata ada pula bahaya dan kerugiannya. Secara umum kebiasaan minum kopi dapat memunculkan efek kecanduan baik secara psikologis maupun fisiologis. Pada saat tidak mengkonsumsi, maka tubuh akan terasa letih atau lelah, tak bersemangat dan mengantuk. Hasil analisis secara medis mengkonsumsi kopi diatas 250 mg sekaligus dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia (sulit tidur), gugup tremor (tangan bergetar), bahkan mual sampai muntah-muntah. Kopi berbahaya bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam, selain itu bila dalam sehari mengkonsumsi 1,360 gram kopi kasar (sekitar 6-7 cangkir), beresiko terkena serangan jantung atau stroke naik sampai 10% dan terjadi penyusutan kadar vitamin B6 hingga 21%. Berdasarkan hal ini sangat tidak disarankan bagi mereka yang beresiko tinggi penyakit jantung untuk minum kopi. Lebih lanjut, beberapa studi memperkirakan kemungkinan pengaruh kopi terhadap DNA dan meningkatkan resiko terkena kanker kandung kemih dan ovarian.

Berdasarkan fakta bahwa kebiasaan minum kopi dapat memberikan manfaat sekaligu dapat pula merugikan maka dapat kita simpulkan bahwa paling baik mengkonsumsinya secara wajar, dan selalu di imbangi dengan olah raga serta minum air putih sesuai dengan aturannya. dan juga Kenali respon tubuh, karena masing-masing individu memiliki batasan dlam kebiasaan minum kopi. Ada yang merasa cukup dengan secangkir kopi, ada pula yang lebih dari secangkir baru merasakan efeknya. Namun untuk kesehatan sebaiknya cukup minum 1-3 cangkir kopi sehari atau setara 85-200 mg untuk membuat tubuh kita terasa segar. bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau mengantuk. Minumlah kopi untuk mengawali aktivitas pekerjaan sekitar setengah sampai satu jam sebelumnya.


NIKOTIN

A. dampak negatif nikotin
Tembakau mengandung 0,2-5% nikotin. Pada rokok tembakau, nikotin terkandung dalam partikel kecil tar. Nikotin sangat cepat diserap melalui bronkus dan alveolus paru-paru, dan sudah dapat dideteksi di otak hanya dalam 8 detik setelah hirupan pertama. Merokok sebatang rokok diperkirakan kadar nikotin dalam darah antara 25-50 ng/ml. Pada kadar ini nikotin berefek menstimulasi ganglion saraf. selengkapnya, sistem tubuh yang terpengaruh antara lain :
Ganglion Otonom: Nikotin merangsang baik pada saraf simpathis maupun parasimmpatis pada system saraf otonom. Aktivasi parasimpatis menghasilkan peningkatan cairan lambung (perokok berisiko mengalami ulkus/luka lambung) dan peningkatan motiltas usus (efek merokok pagi hari: “laxative=pencahar” berupa buang air besar dan kadang sampai terjadi diare). Pada saraf simpatis terjadi pelepasan norepinefrin yang akan meningkatkan vasokontriksi (penyempitan pembuluh darah), peningkatan resistensi perifer sehingga miningkatkan tekanan darah.
Medula Adrenal (anak ginjal): Pelepasan epinefrin mempengaruhi kardiovaskular berupa peningkatan denyut jantung dan peningkatan resistensi perifer. Selain itu, terjadi respon metabolisme berupa glycogenolisis (pemecahan glikogen menjadi glukosa untuk menjadi energi), lipolisis (pemecahan lemak) yang menghasilkan energi. Akibatnya, rasa lapar tertekan. Kondisi ini dikenak dengan ‘silent stress’.
Neurohipofisis: Terjadi pelepasan vasopressin (hormone antidiuretik) sehingga terjadi penurunan produksi kencing.
Badan Karotid: Peningkatan sensitivitas pCO2 arteri; peningkatan frekuensi dan dalamnya nafas.
Reseptor tekanan, sehu dan nyeri: Terjadi peningkatan sensitivitas reseptor terhadap rangsangan.
Daun kering tanaman Nicotiana tabacum terkenal dengan nama tembakau. Tembakau umumnya dimanfaatkan menjadi rokok, sebagian menggunakannya dengan cara dikunyah atau dimakan dalam bentuk kering. Pada pembakaran tembakau menghasilkan sekitar 4000 senyawa kimia. Kandungan xenobiotik dalam tubuh perokok tergantung beberapa hal diantaranya kualitas tembakau, adanya filter, kecepatan dan suhu pembakaran, dalamnya hisapan dan lamanya menahan nafas.
Bila merokok dihentikan, konsentrasi nokotin di darah menunjukkan penurunan cepat yang mencerminkan adanya tersebarnya ke dalam jaringan tubuh dan fase eliminasinya dengan waktu paruh 2 jam. Nikotin dihancurkan melalui reaksi oksidasi.
Kebiasaan merokok dalam waktu lama akan semakin meningkatan risiko penyakit pembuluh darah (stenosis koroner: kekakuan pembuluh koroner jantung, infark miokard: kematian otot jantung karena kekurangan oksigen, dan gangguan iskemik (kekurangan oksigen) baik pada pembuluh darah tepi maupun pusat seperti Stroke. Gangguan sel endotel pembuluh darah telah dibuktikan akibat merokok dalam hal ini nikotin, yang akhirnya mempercepat proses arteriosclerosis. Melalui pelepasan epinefrin, akan terjadi peningkatan kadar gula dan asam lemak bebas dalam kondisi tubuh tidak membutuhkannya. Lebih lanjut lagi, nikotin merangsang agregasi trombosit, penurunan proses fibrinolitik dan peningkatan bekuan darah.
Risiko tembakau bagi kesehatan bukan hanya semata peran nikotin tapi juga beragam komponen dalam asap tembakau, beberapa diantaranya bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Partikel debu yang terhirup dari asap tembakau harusnya dibuang dari saluran nafas oleh peran cairan mucus bronkus dan silia/rambut sel epitel mukosa bronkus. Aktivitas silia ternyata ditekan oleh asap rokok sehingga traspor mukosilia terganggu. Penekanan ini berimbas pada kerentanan terkena infeksi dan mudah terjadi bronchitis (infeksi pada bronkus) akibat kebiasaan teratur merokok. Jejas kronis pada mukosa bronkus dapat menjadi sebab penting pada peningkatan kematian perokok akibat kanker bronkus. Pada survei statistik dibuktikan terdapat hubungan bermakna antara jumlah rokok yang dihisap perhari dengan kematian akibat penyakit jantung koroner atau kanker paru. Statiskik pun menunjukkan pada mereka yang berhenti merokok, peningkatan risiko kematian akibat infark jantung koroner atau penyakit kardiovaskular lainnya cenderung menurun dalam 5-10 tahun hampir mendekati tingkat mereka yang tidak merokok. Demikian pula kejadian kanker bronkus menurun. Penghentian rokok secara tiba-tiba tidak akan menimbulkan gejala putus zat yang berat. Umumnya akan ditemui keluhan peningkatan kecemasan, penurunan konsentrasi dan peningkatan berat badan.


B. dampak positif nikotin dalam rokok

10 Manfaat Rokok Bagi Kesehatan Manusia

Anda pasti terkaget-kaget ketika membaca judul warta ini. Sama seperti terkejutnya saya ketika pertama kali membaca dari sumbernya. Saya sadar informasi negatif tentang rokok dan kebiasaan merokok dijejalkan kepada kita sudah sejak lama. Sebagian besar menghubung-hubungkan dampak buruk asap rokok dan zat-zat yang terkandung di dalamnya terhadap kesehatan tubuh manusia. Informasi tersebut diterima oleh masyarakat luas yang awam mengenai riset dan penelitian sebagai kebenaran mutlak yang tidak perlu diperdebatkan.
Namun tidak demikian dengan para ilmuwan. Sesuai dengan bidang ilmunya mereka mengadakan penelitian seputar dampak rokok dan merokok bagi kesehatan dengan berangkat dari dasar pemikiran yang netral. Mereka mencoba menggali adakah manfaat zat-zat yang terdapat di dalam sebatang rokok untuk kesehatan manusia, yang selama ini sudah diberi stigma negatif secara luas. 

Warta ini tentu tidak bermaksud mengajak anda untuk mulai merokok atau meneruskan kebiasaan anda mengisap asap tembakau. Tetapi adalah hak anda untuk percaya atau tidak bahwa nikotin dan zat-zat lain yang juga berasal dari alam dan berada di dalam rokok juga mempunyai kegunaan.


Berikut beberapa riset yang menguak manfaat rokok bagi kesehatan manusia. Saya bukan seorang dokter atau peneliti bidang kesehatan, jadi pembahasan ilmiah tentang isi warta ini bisa diperdebatkan oleh para pakar sendiri.

1. Merokok Mengurangi Resiko Parkinson
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa merokok melawan penyakit Parkinson. Sebuah penelitian terbaru menambah kuat bukti sebelumnya yang melaporkan bahwa merokok dapat melindungi manusia dari penyakit Parkinson. Secara khusus, penelitian baru tersebut menunjukkan hubungan temporal antara kebiasaan merokok dan berkurangnya risiko penyakit Parkinson. Artinya, efek perlindungan terhadap Parkinson berkurang setelah perokok menghentikan kebiasaan merokoknya.


Studi lain mengenai pengaruh positif merokok terhadap Parkinson Desease (PD) adalah sebuah penelitian terhadap 113 pasangan kembar laki-laki. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Tanner terus melihat perbedaan yang signifikan ketika dosis dihitung sampai 10 atau 20 tahun sebelum diagnosis. Mereka menyimpulkan bahwa temuan ini menyangkal pernyataan bahwa orang yang merokok cenderung memiliki PD. [3] Masih banyak penelitian yang lainnya mengenai kebiasaan merokok yang berguna melawan Parkinson.

2. Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke
Penelitian besar menunjukkan manfaat lain merokok, yakni manfaat terhadap restenosis atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terbatas, seperti pembuluh darah ke jantung (cardiovaskular disease) atau ke otak (stroke) Perokok memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup dan penyembuhan yang lebih cepat.
Penelitian lain menyebutkan krbon mnoksida dapat mengurangi serangan jantung dan stroke. Karbon monoksida merupakan produk sampingan dari asap tembakau. Sebuah laporan menunjukkan tingkat sangat rendah dari karbon monoksida dapat membantu para korban serangan jantung dan stroke. Karbon monoksida menghambat pembekuan darah, sehingga melarutkan gumpalan berbahaya di pembuluh arteri. Para peneliti memfokuskan pada kemiripan yang dekat antara karbon monoksida dengan oksida nitrat yang menjaga pembuluh darah tetap melebar dan mencegah penumpukan sel darah putih. Baru-baru ini oksida nitrat telah ditingkatkan statusnya dari polutan udara biasa menjadi penghubung fisiologis terpenting kedua secara internal. Oleh karena itu tidak akan mengherankan kalau karbon monoksida secara paradoks dapat menyelamatkan paru-paru dari cedera akibat penyumbatan pembuluh darah ke jantung (cardiovascular blockage).

3. Merokok mengurangi resiko penyakit susut gusi yang parah
Dulu disebutkan bahwa tembakau adalah akar semua permasalahan penyakit gigi dan mulut. Padahal sebuah studi menunjukkan bahwa sebenarnya perokok berisiko lebih rendah terhadap penyakit gusi.


4. Merokok mencegah asma dan penyakit karena alergi lainnya
Sebuah studi dari dua generasi penduduk Swedia menunjukkan dalam analisis multi variasi, beberapa anak dari para ibu yang merokok sedikitnya 15 batang sehari cenderung memiliki peluang yang lebih rendah untuk menderita alergi rhino-conjunctivitis, asma alergi, eksim atopik dan alergi makanan, dibandingkan dengan anak-anak dari para ibu yang tidak pernah merokok. Anak-anak dari ayah yang merokok sedikitnya 15 batang rokok sehari memiliki kecenderungan yang sama.

5. Nikotin membunuh kuman penyebab tuberculosis (TBC)
Suatu hari Nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat TBC yang susah diobati, kata seorang peneliti dari University of Central Florida (UCF). Senyawa ini menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes laboratorium, bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja, kata Saleh Naser, seorang profesor mikrobiologi dan biologi molekuler di UCF. Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa nikotin adalah zat yang menyebabkan orang menjadi kecanduan rokok.


6. Merokok mencegah kanker kulit yang langka
Seorang peneliti pada National Cancer Institute berpendapat bahwa merokok dapat mencegah pengembangan kanker kulit yang menimpa terutama orang tua di Mediterania wilayah Italia Selatan, Yunani dan Israel. Bukan berarti merokok disarankan untuk populasi itu, kata Dr James Goedert, namun yang penting adalah merokok tembakau dapat membantu untuk mencegah kanker yang langka bentuk. Dan ini adalah sebuah pengakuan dari peneliti di National Cancer Institute bahwa ada manfaat dari rokok.

7. Merokok mengurangi resiko terkena kanker payudara
Sebuah penelitian baru dalam jurnal dari National Cancer Institute (20 Mei 1998) melaporkan bahwa pembawa mutasi gen tertentu (yang cenderung sebagai pembawa kanker payudara), yang merokok selama lebih dari 4 pak tahun (yaitu, jumlah pak per hari dikalikan dengan jumlah lamanya tahun merokok) menurut statistik ternyata mengalami penurunan signifikan sebesar 54 persen dalam insiden kanker payudara bila dibandingkan dengan pembawa yang tidak pernah merokok. Salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah bahwa penurunan insiden melebihi ambang 50 persen.

8. Nitrat Oksida dalam nikotin mengurangi radang usus besar
Nikotin mengurangi aktivitas otot melingkar, terutama melalui pelepasan nitrat oksida, dalam kasus ulcerative colitis (UC) atau radang usus. Temuan ini dapat menjelaskan beberapa terapi manfaat dari nikotin (dan merokok) terhadap UC dan dapat menjelaskan mengenai disfungsi penggerak kolon pada penyakit aktif.

9. Efek transdermal nikotin pada kinerja kognitif (berpikir) penderita Down Syndrome
Sebuah penelitian mengenai pengaruh rangsangan nikotin-agonis dengan 5 mg jaringan kulit implan, dibandingkan dengan plasebo (obat kontrol), pada kinerja kognitif pada lima orang dewasa dengan gangguan. Perbaikan kemungkinan berhubungan dengan perhatian dan pengolahan informasi yang terlihat pada pasien Down Syndrom dibandingkan dengan kontrol kesehatannya.
Down syndrome adalah penyakit yang disebabkan adanya kelainan pada kromosom 21 pada pita q22 gen SLC5A3,yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down.

10. Merokok baik bagi ibu hamil untuk mencegah hipertensi di masa kehamilan dan penularan ibu-anak infeksi Helicobacter pylori

Konsentrasi urin cotinine (tembakau yang bermetabolis di dalam tubuh) mengkonfirmasi berkurangnya risiko Preeklamsia dengan paparan tembakau Eksposur. Preeklamsia adalah kondisi medis di mana hipertensi muncul dalam kehamilan (kehamilan dengan hipertensi) yang bekerjasama dengan sejumlah besar protein dalam urin. Studi ini, meskipun kecil, menunjukkan salah satu manfaat dari merokok selama kehamilan. "Temuan ini, diperoleh dengan menggunakan uji laboratorium, mengkonfirmasi penurunan risiko preeklamsia berkembang dengan paparan tembakau (Am J Obstet Gynecol 1999;. 181:1192-6.)
Sebuah penelitian lain menemukan hubungan terbalik yang kuat antara ibu yang merokok ibu dan infeksi Helicobacter pylori di antara anak-anak prasekolah, di mana ditunjukkan kemungkinan bahwa penularan ibu-anak berupa infeksi mungkin kurang efisien jika ibu merokok. Untuk mengevaluasi hipotesis ini lebih lanjut, dilakukan studi berbasis populasi di mana infeksi H. pylori diukur dengan 13C-urea breath test (tes kandungan urea pada nafas) dalam 947 anak-anak prasekolah dan ibu-ibu mereka. Kami memperoleh informasi rinci tentang faktor-faktor risiko potensial untuk infeksi, termasuk ibu merokok, dengan menggunakan kuesioner standar. Secara keseluruhan, 9,8% (93 dari 947) dari anak-anak dan 34,7% (329 dari 947) dari ibu-ibu telah terinfeksi. Prevalensi (rasio jumlah kejadian penyakit dengan unit pada populasi beresiko) infeksi jauh lebih rendah di antara anak-anak dari ibu yang tidak terinfeksi (1,9%) dibandingkan pada anak-anak dari ibu yang terinfeksi (24,7%). Ada hubungan terbalik yang kuat infeksi anak-anak dengan ibu yang merokok (odds rasio atau penyimpangan disesuaikan = 0,24; interval kepercayaan 95% = 0,12-0,49) di antara anak-anak dari ibu yang terinfeksi, tetapi tidak di antara anak-anak dari ibu yang terinfeksi. Hasil ini mendukung hipotesis dari peran utama untuk penularan ibu-anak berupa infeksi H. pylori, yang mungkin menjadi kurang efisien jika si ibu merokok.

NOTE : Barangkali anda mencurigai bahwa riset-riset ini didanai oleh perusahaan rokok. Tapi riset-riset ini tidak pernah dipublikasikan secara meluas, kalau memang bertujuan mendukung promosi rokok. Sedangkan informasi ilmiah mengenai bahaya merokok sangat dominan. Sebetulnya propaganda anti-rokok inilah yang perlu dicurigai sebagai upaya mendongkrak penjualan obat-obatan dari perusahaan farmasi. Wallahua’lam.

No comments:

Post a Comment