PERTUKARAN ION DALAM TANAH


Pertukaran ion di dalam tanah terjadi pada permukaan mineral liat, senyawa organik, bahan organik dan akar (Gambar 3.2.).  Pertukaran ion merupakan proses bolak balik (reversible) dimana suatu kation atau anion yang terjerap pada permukaan mineral liat dipertukarkan dengan kation atau anion lain dalam fase cairan.  Pertukaran kation biasanya dianggap lebih penting, karena besarnya Kapasitas Tukar Kation (KTK) jauh lebih besar dibandingkan Kapasitas Tukar Anion (KTA) pada kebanyakan tanah-tanah pertanian.  Reaksi pertukaran ion dalam tanah sangat penting untuk ketersediaan hara dan retensinya di dalam tanah. 
ya meningkatkan konsentrasi H2PO4- dalam larutan tanah.  Dengan waktu, konsentrasi H2PO4- akan menurun dengan serapan tanaman (reaksi 1), jerapan H2PO4- pada permukaan mineral (reaksi 4), dan pengendapan mineral P (reaksi 5).
            Seluruh proses dan reaksi-reaksi  ini penting untuk ketersediaan hara tanaman.  Namun tingkat kepentingan suatu reaksi bersifat spesifik.  Beberapa proses lebih penting untuk hara tertentu, tetapi untuk hara yang lain kurang penting.  Sebagai contoh, proses mikrobial lebih penting untuk ketersediaan N dan S daripada reaksi pertukaran pada permukaan mineral.  Sebaliknya untuk K, Ca, dan Mg, reaksi pertukaran lebih penting.  Proses biologi dan kimia bersifat kompleks dan hanya deskripsi yang umum yang akan dijelaskan dalam hubungannya dengan ketersediaan hara.
tau organisme lain mati, mereka melepaskan kembali hara-hara ke dalam larutan tanah (reaksi 8).  Reaksi mikrobial penting untuk ketersediaan hara tanaman sebagaimana sifat  tanah yang lain yang berhubungan dengan produktivitas tanah.  Aktivitas mikrobial tergantung kepada suplai energi yang memadai dari C-organik yang berasal dari residu-residu tanaman, ketersediaan ion anorganik, dan kondisi lingkungan.



Gambar 3.2.  Diagram Permukaan (Tapak) Pertukaran  Mineral dan Bahan organik di dalam Tanah

1 comment: