BAHAN PENYUSUN KAPUR PERTANIAN

Bahan kapur yang umum adalah Ca dan Mg Oksida, hidroksida, carbonat dan silikat (Tabel 1).  Anion-anion yang menyertai bahan kapur (Ca dan Mg) harus dapat menetralisir ion H+ larutan dan ion Al3+ dan KTK tanah.

Gambar 1.  Deposit Kapur Di Pulau Madura Yang Telah Ditambang Oleh Penduduk Setempat

Bahan-bahan kapur tersebut diantaranya adalah :

Calsium Oksida
Calsium oksida (CaO) merupakan satu-satunya bahan yang benar-benar diistilahkan dengan kapur serta dapat diaplikasikan dengan mudah.  Bahan ini juga dikenal dengan kapur bakar yang berupa serbuk putih.  Di pabrik kapur bakar ini dibuat melalui pemanasan CaCO3 dan melepaskan CO2.  CaO merupakan bahan kapur yang paling efektif dengan nilai equivalen CaCO3 sebesar 179 %, dibandingkan dengan CaCO3 murni.

Tabel 1.  Sifat-sifat Bahan Kapur yang Umum Digunakan

  Eq.CaCO3 : Equivalen CaCO3 mewakili nilai netralisasi bahan dibandingkan CaCO3
Sebagai contoh Ca(OH)2 menetralisasi > 35% daripada CaCO3 dengan berat yang sama



Gambar 2.  Pembakaran Batu Kapur Secara Konvensional Menjadi Kapur

Calsium Hidroksida
Calsium hidroksida (Ca(OH)2), atau  kapur hidrat atau kapur bangunan berupa serbuk putih dan agak sulit penyimpanannya.  Netralisasi asam pada bahan kapur ini terjadi secara cepat.  Bahan kapur ini dihasilkan melalui proses hidrasi CaO dan memiliki nilai Equivalen CaCO3 sebesar 136 %

Calsium dan Calsium-Magnesium Carbonat
Calsium Carbonat (CaCO3) atau kalsit dan Casium-Magnesium Carbonat (CaMg(CO3)2) atau dolomit merupakan bahan kapur yang umum digunakan.  Batu kapur seringkali ditambang dengan metode penggalian secara terbuka.  Kualitas batu kapur tergantung kepaada kandungan liat dan ketidakmurniannya.  Nilai Equivalen CaCO3 nya bervariasi dari 65 – 105 %.  Nilai Equivalen CaCO3 secara teoretis ditetapkan 100 %, sedangkan nilai Equivalen CaCO3 dolomit sebesar 109 %.  Nilai Equivalen CaCO3 bahan kapur di bidang pertanian sebesar 80 – 95 %.  Meskipun dolomit mempunyai nilai Equivalen CaCO3 yang sedikit lebih tinggi daripada kalsit, namun dolomit memiliki kelarutan yang lebih rendah sehingga daya larutnya lebih lambat (Gambar 3)  Dolomit akan seefektif kalsit pada tingkat aplikasi yang sama bila lebih dihaluskan lagi.


Gambar 3.   Pengaruh Kehalusan Bahan Kapur Terhadap Efektivitas Relatif Batu Kapur Kalsit Dan Dolomit

Marl
Marl merupakan bahan lembut yang berupa deposit tak padu dari CaCO3 sering bercampur dengan bahan-bahan lain dan biasanya agak lembab.  Deposit Marl biasanya dijumpai di rawa-rawa yang menerima aliran air permukaan yang bersifat basa dari lahan di dekatnya.  Meskipun bahan ini sulit ditambang, namun dapat berguna untuk lokasi setempat yang memiliki deposit bahan tersebut.

Calsium Silikat

Calsium metasilikat yang berasal dari deposit alami mempunyai nilai equivalen CaCO3 sebesar 86 %.  CaSiO3 juga terbentuk dari hasil samping pabrik bijih besi.  Pada pembakaran besi, CaCO3 hilang dan berubah menjadi CO2 dan CaO, dan bergabung dengan Si menghasilkan suatu bijih besi dimana udara atau air membeku.  

Nilai Equivalen CaCO3 dari bahan ini berkisar antara 60 - 90 % dan biasanya mengandung sejumlah Mg dan P, tergantung kepada sumber bahan bijih besi dan proses pabrikasinya.

Yang perlu dicatat bahwa gypsum (CaSO4) walaupun mengandung kapur tidak dapat mengubah pH tanah, sehingga tidak digunakan sebagai bahan kapur pertanian.

No comments:

Post a Comment