PERTUKARAN ANION

Anion dalam larutan tanah dijerap oleh tapak yang bermuatan positif pada permukaan mineral liat dan bahan organik. Muatan positif bertanggungjawab terhadap jerapan dan pertukaran  anion yang terjadi pada ujung-ujung mineral (Gambar 3.5) dan bahan organik (Gambar 3.6).  Pertukaran anion dapat terjadi juga pada gugus OH pada permukaan hidroksil mineral liat kaolinit.  Lepasnya ion OH dari Fe hidroksida dan Al oksida merupakan mekanisme penting untuk pertukaran anion, terutama pada tanah yang berada dengan tingkat pelapukan tinggi di daerah tropis dan sub tropis.
Gambar 3.5.  Patahan Pada Mineral Kaolinit Yang Menyebabkan Terjadinya Muatan Positif

Gambar 3.6.  Struktur Humus Pada Tanah Asam.  Gugus COOH dan OH Merupakan Tapak Muatan Bergantung pH. 

KTA tanah akan meningkat dengan menurunnya pH tanah (Gambar 3.4.). Sehingga nilai KTA tanah lebih besar pada tanah-tanah asam yang mengandung mineral liat type 1 :1 dan oksida-oksida Al dan Fe daripada pada tanah yang didominasi oleh mineral liat type 2 :1.  Mineral montmorilonit biasanya mempunyai KTA lebih kecil dari 5 mEq/100 g , sedangkan mineral liat kaolinit dapat mempunyai KTA mencapai 40 mEq/100 g pada pH 4,7.  Anion-anion seperti Cl- dan NO3- dapat juga dijerap walaupun bersifat mobil dalam tanah walaupun tidak sekuat jerapan ion phosphate dan sulphat.  Urutan kekuatan jerapan mengikuti deret :
                 H2PO4- > SO42- > NO3- > Cl-
Pada kebanyakan tanah-tanah ion H2PO4- merupakan anion utama yang terjerap, meskipun beberapa tanah asam juga menjerap SO42-.  Mekanisme jerapan H2PO4- dalam tanah lebih kompleks dari mekanisme pengikatan secara elektrostatis seperti SO42-, NO3- dan Cl-.  Ion H2PO4- dapat dijerap oleh mineral oksida Al dan Fe melalui reaksi yang menghasilkan ikatan kimia non elektrostatis (Gambar 3.7)

Gambar 3.7. Adsorpsi Kimia Ion Phospat Oleh Mineral Besi Hidroksida Di Dalam Tanah Dan Menunjukkan KTA Pada Tanah Asam

No comments:

Post a Comment