CARA MENENTUKAN KEBUTUHAN KAPUR UNTUK MENGATASI KEMASAMAN TANAH


Kebutuhan kapur suatu tanah dapat ditentukan dengan beberapa cara yang berbeda.  Dengan mentitrasi tanah dengan suatu senyawa basa (mis. Ca(OH)2) akan meningkatkan pH tanah (Gambar 4.3.).  Setelah keseimbangan, pH ditentukan dan nilai pH diplotkan dalam suatu grafik hubungan antara nilai pH dan mEq basa yang ditambahkan.  Dari data ini kita dapat menentukan secara sederhana kebutuhan kapur yang harus ditambahkan.  Sebagai contoh peningkatan pH dari 4,5 menjadi 6,5 memerlukan 6,0 mEq basa/100 g tanah (Gambar 4.3).  Gambar 4.3. merupakan contoh hasil titrasi untuk menentukan kebutuhan kapur pada tanah asam lempung berpasir dengan pH tanah awal 4,5.  Peningkatan jumlah basa yang ditambahkan akan meningkatkan pH tanah


Gambar 4.3.  Hubungan antara pH tanah dengan mEq Basa yang Ditambahkan.

Jadi jumlah  Kapur (CaCO3) yang dibutuhkan untuk meningkatkan pH menjadi 6,5 adalah :


Konversi ke satuan ton/ha telah ditunjukkan pada penjelasan sebelumnya sebesar 6 ton/ha.

Metode umum untuk mengestimasi kebutuhan kapur didasarkan pada perubahan pH dari larutan buffer yang ditambahkan ke dalam tanah.  Bila suatu larutan buffer (≈ pH 7,3) ditambahkan ke dalam tanah asam, pH buffer akan ditekan sesuai dengan pH tanah asalnya dan KPT tanah tersebut.  Penurunan yang besar dalam pH buffer akan menunjukkan pH tanah yang rendah dengan kemasaman potensial yang tinggi sehingga kebutuhan kapurnya besar.  Dengan kalibrasi laboratorium dan lapangan dari penurunan pH buffer, maka jumlah kapur yang dibutuhkan untuk meningkatkan pH pada level yang diinginkan dapat ditentukan.

Metode single buffer (Buffer tunggal) dari Shoemaker, McLean dan Pratt (SMP) untuk mengukur kebutuhan kapur tanah asam telah banyak digunakan.  Metode SMP ini biasanya digunakan untuk tanah-tanah dengan kebutuhan kapur relatif tinggi (≥ 2 ton/ha), pH < 5,8, Bahan Organik < 10 % dan jumlah Al3+ cukup signifikan.  Bila metode ini digunakan pada tanah dengan kebutuhan kapur rendah akan menghasilkan estimasi jumlah kapur yang berlebihan (overliming).

Penggunaan toksisitas Al tanaman sebagai dasar penentuan kebutuhan kapur juga telah digunakan.  Metode Buffer Mehlich menghasilkan jumlah kebutuhan kapur yang hampir sama dengan metode buffer SMP, dengan menentukan jumlah kemasaman yang dapat dipertukarkan terutama Al3+.  Kebutuhan kapur ditetapkan untuk mengurangi Al3+ sampai mencapai 0 (KB=100%).  Metode Buffer Mehlich lebih banyak digunakan pada tanah dengan tingkat pencucian dan pelapukan yang tinggi.

1 comment:


  1. PT. BASMAA KURNIA UTAMA

    Jual :
    1. Dolomite
    2. CaCo3 Powder
    3. Qiuck Lime/Kapur Tohor CaO
    4. Hydrated Lime Ca(OH)2

    Hubungi :
    ‭+62 822 11855757‬, 085329475858

    ReplyDelete