CARA MENENTUKAN KEASAMAN TANAH

Keasaman Aktif
Kemasaman aktif menunjukkan konsentrasi H+ dan Al3+ di dalam larutan tanah.  Kemasaman ini dapat diukur dengan mengukur pH tanah yang berupa suspensi tanah dan air kemudian diukur dengan pH meter dan elektrode.  pH tanah merupakan suatu indikator keberadaan ion H+ dan Al3+ yang dapat dipertukarkan.  H+ yang dapat dipertukarkan akan dijumpai ada pH < 4, sedangkan Al3+ terbentuk pada pH <5,5.
Gambar 4.2. Perkiraan Kebutuhan Kapur (ton/ha) yang diperlukan untuk meningkatkan pH tanah pada 4
                     kelas tekstur tanah dengan nilai KTK yang berbeda

Pengenceran suspensi tanah : air dari perbandingan 1:1 menjadi 1 : 10 akan meningkatkan pH yang terukur dibandingkan dengan pH pada campuran tanah dan air yang berupa pasta (suspensi).  Untuk meminimalisasi perbedaan konsentrasi ion dalam larutan diantara tanah, beberapa analis laboratorium mengencerkan tanah dengan menggunakan larutan CaCl2 0,01 M.  Penambahan Ca2+ menurunkan pH yang terukur dibandingkan dengan menggunakan pelarut air.  Perubahan-perubahan dalam pH yang terukur pada pengenceran suspensi dan penggunaan garam biasanya relatif kecil, berkisar antara 0,1 dan 0,5 satuan pH.

Keasaman Potensial 
Kemasaman potensial menunjukkan H+ dan Al3+ yang terjerap atau pada KTK tanah.  Pengukuran pH tanah merupakan indikator kemasaman tanah, tetapi tidak mengukur kemasaman potensial.  Pengukuran kemasaman potensial tanah memerlukan titrasi tanah dengan suatu senyawa basa, yang dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan kapur atau jumlah CaCO3 yang dibutuhkan untuk meningkatkan pH untuk suatu taraf yang diinginkan.  Dengan demikian kebutuhan kapur suatu tanah tidak hanya berhubungan dengan pH tanah, tetapi juga dengan KPT dan KTK (Gambar 4.2).  Tanah dengan kandungan liat dan bahan organik tinggi mempunyai KPT dan kebutuhan kapur yang lebih besar, sedangkan tanah yang bertekstur kasar dengan kandungan liat dan bahan organik rendah mempunyai KPT dan kebutuhan kapur rendah.  Contoh perhitungan kebutuhan kapur untuk 2 jenis tanah dengan KTK = 20 mEq/100g dan 10 mEq/100 g sebagai berikut :


Jadi Jumlah CaCO3 yang dibutuhkan untuk tanah berliat = 6 ton/ha. Sedangkan untuk tanah berpasir dengan KTK = 10 mEq/100 g tanah dengan asumsi besarnya pH awal dan akhir serta nilai KB sama diperlukan jumlah CaCO3 sebesar =  3 ton /ha.

No comments:

Post a Comment