pabrik kelapa sawit


PENDAHULUAN.

Kebutuhan pangan dunia dan kebutuhan energy dunia kini dan kedepan akan terus bersaing, dan dari kedua kebutuhan utama tersebut semua bertopang pada produk pertanian. Hal ini di karenakan bahwa menipisnya cadangan minyak dan biogas dunia yang tidak dapat di perbaharui. Dan demi keberlanjutan untuk pemenuhan kebutuhan energy tersebut, manusia beralih dan mulai memusatkan pada sector pertanian sebagai media untuk menanggulangi kekurangan energy.
                Banyak temuan yang telah dilakukan oleh para peneliti bahwah terdapat produk – produk tertentu dalam bidang pertanian yang dapat menggantikan cadangan minyak bumi, diantaranya kelapa sawit, jarak, dll. walaupun dalam beberapa hal, temuan – temuan yang lain juga berlanjut mulai dari penemuan dan pemanfaatan gas metan dari sisa pembuangan atau limbah organic dari mahluk hidup. Namun khususnya, minyak sebagai kebetuhan energy harus dan mungkin tidak dapat di elakkan lagi pemenuhannya melalui produk pertanian.
                Dari permasalahan kebutuhan energy tersebut, maka cendrung akan menimbulkan permasalahan baru yaitu tentang ekosistem. Keseimbangan ekosistem  sangat penting dalam keberlanjutan kehidupan. Permasalahannya adalah, perluasan lahan pertanian yang di iringi dengan perluasan pemukiman penduduk. Hal ini dapat di pastikan karena pemanuhan kebutuhan energy kedepannya akan membutuhkan lahan yang luas agar keseimbangan pangan dan energy terpenuhi. Namun masih ada ekosistem lagi yang terancam yaitu ekosistem hutan. Hal ini di karenakan oleh semakin luasnya pemukiman dan lahan pertanian yang di butuhkan.

LATAR BELAKANG PERUSAHAAN.

                Perkebunan kelapa sawit merupakan perkebunan yang memiliki peluang besar kedepannya, Baik dalam bidang pangan maupun energy. Oleh karena itu kebutuhan CPO (Crude Palm Oil) untuk masa depan akan sangat besar. selain perluasan lahan yang di gunakan sebagai perkebunan kelapa sawit yang terus meluas dan berkembang, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berperan sebagai pengolahan pertama pada hasil perkebunan sawit yang berupa CPO (Crude Palm Oil) juga sangat penting di kembangkan untuk mengimbangi antara hasil perkebunan dengan pengolahan CPO, agar tidak terjadi overload di setiap pabrik.
                PKS merupakan pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi CPO (Crude Palm Oil). Proses pengolahan yang dilakukan yaitu mulai dari proses perebusan, penggilingan, penyaringan dan pemurnian CPO serta pemisahan kernel (inti) dari buah, penyaringan dan pemisahan inti buah, dan pemisahan limbah baik limbah cair dan limbah padat yang berupa cangkang dan serat juga janjang buah (TKKS).
                Dalam hal ini, perusahaan ini berjalan dalam bidang pengolahan bahan mantah yang berupa hasil perkebunan menjadi produk setengah matang yang berupa minyak mentah (CPO).

PROFIL PERUSAHAAN.

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merupakan pabrik yang berperan sebagai pengolah bahan mentah sawit menjadi minyak mentah (CPO). Dalam proses pembangunan pabrik ini memerlukan beberapa kebutuhan utama yaitu di antaranya :

1.       Lahan.
2.       Bangunan.
3.       Mesin pengolahan.
4.       Mesin pengolah limbah.
5.       Mesin penyaringan.
6.       Mesin pemisahan.
7.       Timbangan (tonase).
8.       Trasportasi.
9.       Tangki minyak mentah (CPO).
10.   Waduk air.
11.   Waduk limbah.

A.      LAHAN DAN BANGUNAN.

Lahan merupakan factor utama dalam pembuatan proyek perusahaan. Penempatan dan pendirian parusaan haruslah terletak dalam letak yang mudah di jangkau dan dan di lalui oleh trasportasi.  Dan tentunya untuk perusahaan pabrik penempatan dilakukan jauh dari pemukiman besar penduduk.
Untuk mendirikan proyek ini kebutuhan lahan sangat berkaitan dengan besar kecilnya hasil produksi. Oleh karena itu di butuhkan lahan seluas ±13 Ha lahan.

Lahan tersebut di bagi atas beberapa kebutuhan di antaranya :
No
Luas (Ha)
kebutuhan
1
2
Bangunan pabrik
2
1
Bangunan kantor perumahan
3
2
waduk air
4
5
waduk limbah cair
5
1
Penampungan limbah padat cangkang
6
0.2
Penampungan limbah padat janjang buah
7
1
Pengelohan limbah cair
8
0.2
Penampungan sawit.
9
0,5
Gudang, prkir, dll

  
a.       Spesifikasi mesin produksi

1.       Stasiun penerimaan TBS.
1 (satu) unit timbangan, jembatan timbangan (weighbridge) buatan USA dengan kapasitas 30.000 kg menggunakan empat load cell, perlu disediakan dan dipasang di kantor. Loading Ramp (tempat penimbun) dengan 9 pintu dan digerakkan secara hydraulic buatan USA dengan kapasitas + 12,5 ton TBS per pintu dipasang di ujung bangunan.

2.       Stasiun rebusan (sterilizer).
2 (dua) unit sterilizer dengan ukuran diameter 2700 mm, dengan panjang + 22.000 mm yang memuat 9 lorry sekali merebus termasuk yang akan kami laksanakan. Lorry (fruit cages) mempunyai kapasitas 5 ton TBS dan jumlah lorry yang kami usulkan 54 unit dengan memakai “bronze bushing” dan Roller Bearing. Sterilizer akan dioperasikan secara automatic. Dengan system automatic bisa melaksanakan perebusan “triple peak” yang kebanyakan dilaksanakan di pabrik-pabrik minyak kelapa sawit di Sumatera Utara.

3.       Stasiun Penebah (Threshing Station)
1 (satu) unit Hoisting Crane buatan Germany/USA yang dioperasikan di atas lantai Marshalling Yard dengan ketinggian + 7 m. Fruit Cages (lorry) hanya diangkat ± 50 cm diatas lantai jadi jauh lebih safety dari pada hoisting crane yang tingginya 14,5 m. 1 (satu) unit Bunch Conveyor dan 1 (satu) unit mesin penebah (Thresher) diperlukan dalam stasiun ini.

4.       Stasiun Kempa (Pressing Station)
2 (dua) unit Kempa (Screw Press) dengan kapasitas 15 ton TBS/jam, buatan Malaysia atau bisa juga buatan local Medan yang akan digunakan. Berikut dengan 2 (dua) unit mesin pelumat (Digester) dengan kapasitas 3500 L.

5.       Stasiun Pemurni (Clarification Station)
3 (tiga) unit mesin Sludge Centrifuge buatan Malaysia dan 2 (dua) unit mesin Purifier dan 1 (satu) unit mesin pengering Vacuum Dryer buatan Malaysia merupakan mesin-mesin yang kami pasang, termasuk perlengkapannya, seperti pompa vakum, pompa transfer dan lain-lain. Pemurnian secara terus-menerus (continue) termasuk dalam system ini, dan kami gunakan Integrated  5 in 1 Tank (seperti design kami yang terbaru).
Dalam system ini 5 (lima) unit tangki dijadikan satu atau istilahnya “Five in One”, yaitu :
1.      Continuous Settling Tank (C.S.T)
2.      Sludge Oil Tank (S.O.T)
3.      Hot Water Tank (H.W.T)
4.      Pure Oil Tank (P.O.T)
5.      Sludge Drain Tank (S.D.T)
Sebenarnya ini hanya bertujuan untuk penghematan pemakaian Raw Material & Machinery. Dalam hal ini kita bisa menghemat lebih dari Rp 1,2,- M dibandingkan memakai peralatan Sludge Separator buatan Germany/USA apalagi memakai Decanter. Decanter saat ini harga sekitar Rp. 1,5,- M dan untuk pabrik kapasitas 30 – 60 ton perlu 2 (dua) Decanter atau harganya sudah Rp. 3,- M.

6.       Stasiun Kernel (Kernel Recovery Plant)
Cracked mixture akan diproses dengan memakai proses kering yaitu “Dry Separation Coloumn”. Pada kolom pertama, yang dikerjakan yaitu kernel utuh dikirim langsung ke kernel silo dan pada kolom yang kedua yaitu kernel dan sebagian cangkang (shell) akan dikirim ke hydrocyclone untuk pemisahan selanjutnya. Jadi di sini terjadi 3 kali pemisahan antara kernel dengan cangkang yaitu di kolom LTDS pertama, kolom LTDS kedua kemudian   di Hydrocyclone. Kernel yang kering akan ditimbun di Bulk Silo buatan sendiri dengan kapasitas 300 ton bisa menghemat + Rp 50,- juta lebih seperti di PT. Sago Nauli di Natal, PT.Agro Mitra Madani (Bakrie Plantation) di Jambi, PT. Mitra Agung Sawita Sejati di Simalungun dan  PT. Sumber Jaya Indahnusa Coy di Riau. Menurut hemat kami menggunakan Hydrocyclone, lebih baik agar pabrik kelihatan bersih dan operation costnya murah.

7.       Water Supply
Yang termasuk dalam water supply adalah :
1.      Raw Water Treatment Plant
2.      Boiler Feed Water Treatment Plant  
Pada Boiler Feed Water Treatment Plantnya, kami akan memakai “Demin Plant” saja dan bukan “Water Softener”.
Namun seandainya air sungai mengandung kadar silicanya (SiO2) kurang dari < 8 ppm, maka kami memakai “Water Softener”.
Untuk transport air dari sungai sampai ke “Clarifier” kami gunakan pipa hitam medium diameter 8 inchi. “Water Intake Pump House”nya kami buat ponton kecil atau lanting.

8.       Steam Boiler
1 (Satu) unit ketel (Steam Boiler) diperlukan untuk proses pabrik kelapa sawit. Ketel dengan kapasitas 20.000 kg/jam, merupakan ketel pipa air (Water Tube Boiler) dan uapnya merupakan “Superheated Steam” dan mempunyai temperatur 260°C dan tekanan 21 kg/cm².
Pada waktu mulai mengadakan “Pengeringan (Drying Out)”. Kami akan menggunakan Boiler lisensi dari Inggris.

9.       Pembangkit Tenaga Listrik (Generator)
1 (Satu) unit Turbin kapasitas 900 KW dan 2 (dua) unit  diesel generator set 350 KW (400 KVA) dan 200 KW merupakan design yang kami berikan untuk start up/shut down boiler gensetnya buatan Inggris. Turbin memakai buatan USA. Namun selama pembangunan proyek Genset yang 200 KW akan kami pakai dahulu untuk bekerja dan setelah proyek selesai akan dipakai untuk maintenance pabrik.
10.   Pengendalian Air Limbah (Effluent Treatment Plant)
Kami akan memasang dan menyediakan cooling tower, pompa recirculation, surface aerator dan pipa-pipa dari PVC.
Pembuatan kolam-kolam di Effluent Treatment seperti Anaerobic Pond dan lain-lain, serta pembuatan parit-parit.

11.   Pekerjaan Listrik
Pekerjaan listrik yang kami kerjakan ini adalah untuk pabrik minyak kelapa sawit dengan kapasitas 30 – 60 ton TBS/jam.
Saat ini kira-kira pekerjaan listrik untuk pabrik kapasitas 30 – 60 ton TBS / jam sekitar         Rp. 1.900.000.000,- (Satu Milyar Sembilan Ratus Juta Rupiah).

12.   Water Reservoir (Waduk)
Apabila sungainya kecil maka harus dibuat waduk (Water Reservoir) yang menampung air        + 30.000 M3, sehingga tidak kesulitan air. Untuk pabrik kapasitas 30 – 60 Ton TBS per jam diperlukan + 60 m3 air per jam. Jadi Water Reservoir tersebut muat 25 hari kerja, berarti cukup menampung kebutuhan air selama 1 (satu) bulan.

B.      KAPASITAS PRODUKSI.

Dalam proyek ini, hasil produksi maksimum yang direncanakan yaitu sebesar 45 ton TBS/jam selama 20 jam/hari. Perhitungan hasil produksi tersebut berdasarkan pada kapasitas produksi mesin yang di pakai yaitu :

1.       Mesin produksi CPO dan inti kelapa sawit.

Mesin yang di pakai yaitu mesin yang berkapasitas sedang dengan daya produksi maksimal sebesar 45 ton per sekali produksi dalam 1 jam.
Dalam proses produksi,  bobot per ton buah sawit menghasilkan ± 200 kg CPO, ±150 kg inti kelapa sawit (kernel),±600 kg POME (limbah cair),±200 kg serat dan cangkang, dan ±300 kg TKKS (janjangan). Hasil tersebut dapat meningkat bahkan menurun sesuai jenis kelapa sawit yang di produksi.
z = bobot CPO/ton.
y = kapasitas produksi maksimal mesin produksi.
Z = hasil mesin produksi CPO maksimal/hari.
s= bobot inti kelapa sawit/ton.
S = hasil produksi inti kelapa sawit maksimal/hari.
r = bobot limbah cair /ton.
o = limbah padat janjang/ ton.
n = limbah padat cangkang/ton.
R = hasil limbah cair maksimal.
O = hasil limbah padat janjang maksimal.
N = hasil limbah serat cangkang maksimal.

Dik                  : 1 ton produksi                 = 200 kg CPO
                                                                        = 150 kg inti kelapa sawit
                                                                        = 600 kg limbah cair.
                                                                        = 230 kg limbah padat janjang.
                                                                        = 190 kg limbah serat dan cangkang.
a.       Jadi hasil produk.

: Z = z . Y
                        : Z = 0,2 . 45
: Z = 9  ton/ jam
: dalam 20 jam adalah = 9 x 20 = 180 ton

: S = s . Y
: S = 0,15 . 45
: S = 6,75 ton/jam
: dalam 20 jam  adalah = 6,75 x 20 = 135 ton.


b.      Hasil limbah

: R = r . Y
: R = 0,6. 45
: R = 27 ton/ jam
: dalam 20 jam adalah = 27 x 20 = 540 ton.

: O = o . Y
: O = 0,23 . 45
: O = 10,35 ton/jam
: dalam 20 jam adalah = 10,35 x 20 = 207 ton.

: N = n . Y
: N = 0,19 . 45
: N = 8,55 ton/ jam
: dalam 20 jam adalah = 8,55 x 20 = 171 ton.
                       
Sehingga dalam satu hari (20 jam) produksi, pabrik bisa menghasilkan antara lain :
a.       CPO (Crude Palm Oil)     = 180 ton.
b.      Inti kelapa sawit               = 135 ton.
c.       Dan limbah sebesar :
·         Cair                                                        = 540 ton.
·         Padat janjang                                    = 207 ton.
·         Padat serat dan cangkang            = 171 ton.

C.      PENGOLAHAN LIMBAH.

a.       Limbah cair.
Pengolahan air limbah (Effluent Treatment) adalah pengolahan limbah pabrik yang belum memenuhi persyaratan (BOD, COD, pH, ammonia, dll). Air buangan yang masih mengandung minyak, disalurkan ke fat-pit untuk mengutip kembali sampai batas-batas tertentu. Usaha ini untuk memperoleh minyak sawit dan merupakan tindakan untuk memperbaiki kualitas air limbah.
Pembusukan anaerobik, yang sudah sangat umum dalam penanganan endapan kotoran, sama pentingnya atau bahkan lebih berguna dalam penanganan sisa-sisa industri. Proses tersebut dapat digunakan menurut urutannya yang normal sebagai suatu cara penanganan seperti:
1.       Tangki/bak netralisasi (Netralizing Tank).
Tangki ini dipakai untuk menaikkan pH limbah pabrik dari 4,2 menjadi 7,0. Hal ini dilakukan pada waktu pertama kali effluent treatment dijalankan.
2.       Menara Pendingin (Cooling tower).
Menara pendingin dipakai untuk menurunkan suhu limbah pabrik sebelum dimasukkan ke dalam kolam-kolam dari 70 0C menjadi 30 0C. Hal ini dilakukan karena pada suhu 70 0C bakteri-bakteri pengurai (pembuat gas methan) mati, sedangkan suhu optimum 40 0C. Alat ini terdiri dari menara yang dipasang kisi-kisi dengan tujuan untuk mempercepat proses pendinginan. Limbah dari pabrik dipompakan ke bagian atas menara pendingin dan turun terpencar melalui kisi-kisi, sehingga terjadi penurunan suhu. Apabila pancaran tidak merata, adakan pemeriksaan dan perbaikan pada kisi-kisi.
3.       Kolam Pembiakan/Seeding Pond.
Dipakai untuk membiakkan bakteri yang akan bekerja di dalam anaerobik pond. Sewaktu-waktu diberi limbah PKS sebagai makanan, dan pada waktu-waktu tertentu sebagian diisikan ke dalam anaerobik (dengan cara over flow). Tidak seluruh limbah melalui seeding pond. Bakteri dalam seeding pond hidup, apabila terdapat gelembung-gelembung gas methan yang timbul. PH selalu dijaga tidak boleh lebih kecil dari 6,5-6,8 dengan penambahan abu janjang, kapur/soda ash.
4.       Kolam/Tangki Anaerobik (Anaerobik Pond/Tank).
Pengolahan limbah PKS yang terutama terjadi disini, dimana lemak diubah menjadi gas methan. Anaerobik pond ini dapat menampung air limbah hasil pengolahan 600 m3/hari selama 120 hari (lemak diubah menjadi asam organik dan selanjutnya asam organik tersebut diubah menjadi gas methan oleh bakteri anaerob pembuat methan (Methanobacterium Omelianskii). Untuk lebih mengaktifkan reaksi terjadinya methan, maka cairan dari anaerobik pond belakang harus dipompakan secara kontinue setiap hari ke dalam anaerobik muka (Recycling). Apabila bakteri dalam kolam ini kurang aktif dari seeding pond dengan cara memompakan cairan dari dalam kolam ini. Anaerobik ke dalam seeding pond, yang secara over flow bakteri aktif mengalir ke dalam kolam anaerobik. Derajat kemasaman (pH) dalam kolam ini harus dijaga minimal 6.
5.       Kolam Aerasi (Aeration Pond).
Kolam aerasi/aeration pond dipakai untuk memperkaya oksigen dan membunuh bakteri anaerob dengan cara menyebarkan cairan ke udara dengan mempergunakan aerator, ataupun dengan memasukkan udara ke dalam cairan dengan menggunakan kompressor. Aerator ataupun kompresor harus berjalan terus menerus selama 24 jam/hari.
6.       Kolam Pengendapan/Settling Pond
Kolam pengendapan dipakai untuk mengendapkan zat-zat padat yang dikandung oleh cairan yang berasal dari kolam aerobik. Apabila dijumpai pendangkalan akibat pengendapan zat-zat padat, diadakan pembersihan/pengerokan.
7.       Kolam aerobik/Aerobic Pond.
Kolam ini dipakai untuk memberikan kesempatan cairan dari kolam pengendapan untuk menyerap lebih banyak oksigen dari udara. Kolam ini adalah kolam terakhir dalam proses air limbah, dan dipakai untuk memberi kesempatan kepada cairan yang berasal dari kolam pengendapan menyerap oksigen lebih banyak.

PEMBUATAN ENERGY DARI LIMBAH CAIR.

Limbah pabrik kelapa sawit sangat melimpah. Saat ini diperkirakan jumlah limbah pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia mencapai 28,7 juta ton limbah cair/tahun dan 15,2 juta ton limbah padat (TKKS)/tahun. Dari limbah tersebut dapat dihasilkan kurang lebih 90 juta m3 biogas. Jumlah ini setara dengan 187,5 milyar ton gas Elpiji. Jumlah biogas ini cukup untuk memenuhi kebutuhan gas satu milyar KK (kepala keluarga) selama satu tahun.
Perombakan bahan organik ini terjadi dalam kondisi tanpa oksigen (O2) yang disebut kondisi anaerob. Secara alami proses pembentukan gas metan ini sangat lambat dan gas yang dihasilkan juga sedikit. Untuk dapat merombak limbah PKS menjadi biogas dalam jumlah besar, diperlukan sedikit rekayasa.
Limbah cair ditempatkan pada tempat khusus yang disebut bioreaktor. Bioreaktor dapat diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya optimum untuk memproduksi biogas. Dapat pula ditambahkan mikroba-mikroba yang akan mempercepat pembentukan gas metan.Bioreaktor ditutup rapat yang tidak memungkinkan gas metan yang dihasilkan keluar dari bioreaktor.
Gas metan dialirkan atau dipompa ke tangki penampungan. Gas yang sudah tertampung dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Gas metan dapat juga dimampatkan dan dicairkan yang kemudian ditampung di tabung-tabung yang lebih kecil, seperti layaknya tabung elpiji.
Proses pengolahan limbah padat TKKS menjadi biogas lebih sulit dibandingkan dengan limbah cair. TKKS adalah senyawa organik yang lebih komplek daripada limbah cair. TKKS harus dirobak atau didekomposisi terlebih dahulu sehingga mikroba metanogenik dapat memanfaatkannya untuk menghasilkan gas metan.
b.      Limbah TKKS (janjangan).

Limbah lain yang sangat besar jumlahnya selain limbah cair adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang mencapai 230 kg dari setiap ton TBS yang diolah. Jumlah ini sangat besar dan menggunung di pabrik-pabrik kelapa sawit. Dulu TKKS langsung dibuang tanpa dicacah terlebih dahulu. Perlakuannya yaitu :
1.       Pengembalian ke dalam lahan sebagai bahan organic (pengomposan).
Yaitu dengan menyebar kembali ke dalam lahan setelah dilakukan proses pencacahan, sehingga dapat mempercepat proses pembusukan atau dekomposisi oleh bakteri.
2.       Pembuatan media jamur konsumsi.
Yaitu TKKS dapat di gunakan sebagai media jamur yang dapat di konsumsi seperti jamur merang, dll.

c.       Limbah serat dan cangkang.

Fiber dan cangkang umumnya digunakan sebagai bahan bakar boiler. Uap dari boiler dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik dan untuk merebus TBS sebelum diolah di dalam pabrik.
Dan cangkang dapat juga di gunakan sebagi penutup jalan – jalan di perkebunan. Yaitu dengan cara di sebar di seluruh jalan tanah denga tujuan jalan tidak berdebu saat kemarau dan lengket saat musim hujan.

D.      PERINCIAN INVESTASI.
1.       Peralatan Produksi.

a.       Table Mesin produksi    .
No
Nama
Stasiun
Kapasitas (ton)
jumlah
Harga (USD)
Product
Spesifikasi
1
Weighbridge (tonase)
Penerimaan
30
1
160.000
USA
empat load cell
2
Loading Ramp (tempat penimbun) 9 pintu.
penerimaan
12,5 /pintu
1
250.000
USA
Hydrolic style
3
Sterilizer
Perebusan
9 lorry
2
150.000 x 2 = 300.000
USA
bronze bushing dan Roller Bearing. Sterilizer akan dioperasikan secara automatic. Dengan system automatic bisa melaksanakan perebusan triple peak
4
Lorry
Perebusan
5
54
200x 54 = 10800
USA

5
mesin penebah (Thresher)
penebah


250.000
USA

6
unit Kempa (Screw Press)
kempa
15
2
250.000 x 2 = 500.000
Malasya atau local.

7
mesin pelumat (Digester)
kempa
3500 L
2
250.000 x 2 = 500.000
Malasya

8
mesin Sludge Centrifuge
Pemurnian

3
150.000 X 3 = 450.000
USA

9
mesin Purifier
Pemurnian

2
150.000 X 2 = 300.000
USA

10
mesin pengering Vacuum Dryer
pemurnian

1
500.000
USA

11
Tanki
Pemurnian
1.000.000 L/tanki
5
100.000 x 5 = 500.000
USA
1. Continuous Settling Tank (C.S.T), 2. Sludge Oil Tank (S.O.T), 3. Hot Water Tank (H.W.T), 4. Pure Oil Tank (P.O.T), 5. Sludge Drain Tank (S.D.T)
12
Cracked mixture
kernel
300
1
300.000
USA
kernel silo, hydrocyclone, Bulk Silo.
13
ketel (Steam Boiler)
Boiler
20 ton/jam
1
400.000
England

14
Turbin
generator
900 KW
1
500.000
England

15
diesel generator set

350 KW (400 KVA) dan 200 KW
2
100.000 x 2 = 200.000
England

16
cooling tower
Pengendali limbah
250.000L/jam
1
250.000
USA

17
pompa recirculation
Pengendali limbah
500.000L/jam
1
150.000
USA

18
surface aerator
Pengendali limbah
500.000L/jam
1
150.000
USA

19
pipa-pipa dari PVC
Pengendali limbah

1
100.000
USA

Jumlah
5.868.000


b.      Perlengkapan pendukung.
No
Nama
Stasiun
Kapasitas
Jumlah
Harga (USD)
Product
Spesifikasi
1
Boiler Feed Water Treatment Plant  
Water supply
100 m3/jam
1
150.000

Demin Plant, Water Softener
2
excapator
Penampungan limbah TKKS, cangkang, cair

5
25.000 x 5 = 125.000
HITACHI XX300
Long arm, phantom
4
Bulldozer
Penampungan limbah cangkang & TKKS.

10
15.000 x 10 = 150.000
Komatshu, chartepilar.

5
Traktor
TKKS

15
17.000 x 15 = 255.000
Komatshu SS 1000
Dump, roller.
6
Tanki
Penampungan gas metan
100.000 L
5
10.000 x 5 = 50.000


7
Mesin pompa
Penampungan gas metan
150 KW
5
5000 x 5 = 25.000
USA

Jumlah
755.000
                                       
E.       PEMASUKAN DAN PENGELUARAN PERUSAHAAN.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga crude palm oil (CPO) di dalam negeri, di BKDI (Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia) ditutup menguat. Harga CPO berjangka untuk penyerahan Februari 2012 ditutup pada level harga Rp9.430 per kilogram atau menguat sebesar Rp90 per kilogramnya.
Sementara itu harga kontrak olein di Bursa Berjangka Jakarta untuk pengiriman Maret 2012 ditutup pada harga Rp9.500/kg, sementara untuk kontrak April ditutup pada Rp9.390/kg.
Informasi Pasar Komoditi Domestik dan Internasional Bappebti menyebutkan di pasar fisik, harga tender CPO di Astra Agro Lestari  membukukan volume sebanyak 7.000 ton dengan harga untuk paket Riau diperdagangkan pada Rp8.710/kg, sementara itu tender CPO di KPB Nusantara untuk PTPN I diperdagangkan pada Rp8.683/Kg.
Sementara itu, nilai penjualan inti sawit turun 61% menjadi Rp8,4 miliar dari Rp21,83 miliar pada periode kuartal I/2012. Adapun harga jual rata-rata inti sawit anjlok 40% menjadi Rp4.428 per kilogram dari Rp7.277 per kilogram pada periode yang sama 2012.

1.       Pemasukan perusahaan.
a.       CPO.
Hasil/bulan                        : 180 ton x 30 = 5400 ton = 5.400.000 kg
Harga/kg                          : Rp.9.390,00
Pendapatan/hari                : Rp.9.390 x 180000 = Rp.1.690.200.000,00
Pendapatan/bulan              : 1.690.200.000 x 30 = Rp.50.706.000.000,00

b.      Kernel (inti).
Hasil/bulan                         : 135 ton x 30 = 4050 ton = 4.050.000 kg
Harga/kg                            : Rp.4.428,00
Pendapatan/hari                  : Rp.4.428 x 135000 = Rp.597.780.000,00
Pendapatan/bulan               : Rp.597.780.000 x 30 = Rp.17.933.400.000,00

2.       Pengeluaran perusahaan.
a.       produksi
·         BBM/bulan                      : 50.000 L x Rp.10.000 = Rp.500.000.000,00
·         Batubara/bulan                 : 50.000kg x Rp.1500 = Rp.75.000.000,00
·         Pembelian sawit/bulan       : Rp.2.500 x 45000 = Rp.112.500.000,00 x 30 = Rp. 3.375.000.000,00
Jumlah                                                         = Rp.3.950.000.000,00

3.       Biaya pekerja (karyawan)

No
Jabatan
Bidang
Gaji
Jumlah
Total gaji
1
Direktur

Rp.50.000.000,00
1
Rp.50.000.000,00
2
Manager
Operasional dan pengembangan
Rp.30.000.000,00
1
Rp.30.000.000,00
Produksi & penanganan limbah
1
Rp.30.000.000,00
Pemasaran
1
Rp.30.000.000,00
Keuangan & pembukuan
1
Rp.30.000.000,00
3
Staf
Operasional dan pengembangan
Rp.20.000.000,00
3
Rp.60.000.000,00
Produksi & penanganan limbah
3
Rp.60.000.000,00
Pemasaran
2
Rp.40.000.000,00
Keuangan & pembukuan
1
Rp.20.000.000,00
4
Teknisi mesin
Produksi
Rp.10.000.000,00
200
Rp.2.000.000.000,00
5
Ahli pengelolaan limbah
Penanganan limbah
Rp. 10.000.000,00
150
Rp.1.500.000.000,00
6
Operator peralatan
Operasional
Rp.6.500.000,00
50
Rp.325.000.000,00
7
Pegawai

Pembukuan dan administrasi
Rp.5.000.000,00
50
Rp.250.000.000,00
Keuangan
Rp.7.500.000,00
20
Rp.150.000.000,00
lapangan
Rp.2.000.000,00
30
Rp.60.000.000,00
Keamanan
Rp.4.500.000,00
20
Rp.90.000.000,00
Pemasaran
Rp.5.000.000,00
50
Rp.250.000.000,00
Total
284
Rp.4.975.000.000,00

F.       LABA PERUSAHAAN.

1.       Pemasukan perusahaan      
CPO                                           = Rp.50.706.000.000,00
kernel (inti)                                                = Rp.17.933.400.000,00
Jumlah                                       = Rp.68.639.400.000,00
2.       Pengeluaran perusahaan.
Produksi                                      = Rp.3.950.000.000,00
Pembiayaan pekerja                     = Rp.4.975.000.000,00
Jumlah                                        = Rp.8.925.000.000,00

Laba bersih                         = Rp.68.639.400.000,00 -  Rp.8.925.000.000,00 = Rp.59.714.400.000,00

G.     SETRUKTUR ORGANISASI

DIREKTUR

Manager produksi & penanganan limbah

Manager Operasional & pengembangan

Manager pemasaran

Manager keuangan & administrasi
Pegawai pemasaran

Pegawai Keuangan, pembukuan dan administrasi

Teknisi mesin  & Ahli pengolahan limbah

Operator  peralatan,  lapangan,  dan keamanan

staf

staf

staf

staf
                

1 comment:

  1. assalamualaikum, ijin save yah buat referensi, semogah tuhan membalas kebaikan saudara!!!

    ReplyDelete